Antara Normal Tidak Normal dan
Sehat Tidak Sehat
A. Sekilas
Tentang Normal dan Tidak Normal.
Untuk mengukur normal dan tidak normal seseorang ada
batas-batas tengahnya, batas kenormalan dapat dilihat dari wajar dan tidak
wajarnya suatu tindakan seseorang, ada ketidak normalan yang bersifat positif
dan ada yang bersifat negatif
Seseorang yang normal cara berfikirnya rasional,
sedangkan orang yang tidak normal cara berfikirnya tidak rasional, orang yang
tidak normal akan melakukan segala sesuatunya, tanpa difikir akibatnya.
Berikut adalah contoh dari pebuatan normal yang
terdapat disekeliling kita:
“ ada salah seorang tetangga atau teman kita sedang
mendapat musibah salah satu anggota keluarganya meninggal, kita sebagai seorang
yang dapat dikatakan normal, ikut merasakan apa yang ia rasakan, mengunjungi
rumahnya, dan ikut mendoakannya”.
Dan ini adalah contoh dari perbuatan tidak normal
bersifat negatif:
“sebuah kost yang didalamnya ada lima orang
mahasiswi, satu diantara lima mahasiswi tersebut sangat malas, sedangkan empat
mahasiswi lainnya rajin. Dapat dikatakan bahwa satu dari lima mahasiswi
tersebut tidak normal bersifat negatif, karena ia tidak dapat menyesuaikan
dirinya dengan lingkungannya. Dan jika ia dikatakan normal apabila ia dapat
menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya yang berisi orang-orang yang rajin”.
“Contoh dari perbuatan tidak normal bersifat
positif, tiga orang mahasiswa dalam tiga hari sekali selalu pergi untuk karoke,
dan satu diantaranya tidak ikut karoke, satu dari tiga mahasiswa tersebut
dikatakan tidak normal bersifat positif, karena ia tidak dapat menyesuaikan
dirinya dengan lingkungannya, dikatakan positif karena dalam tiga hari sekali
pergi karoke, yang menimbulkan sifat boros”.
B.Sekilas
Tentang Sehat dan Tidak Sehat
Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang
senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman, nyaman, dan damai. Seseorang yang
dikatakan sehat apabila segala sesuatunya mempunyai sifat yang seimbang, serta
terhindar dari penyakit hati seperti syirik, iri, dengki, sombong, dendam dan
lain-lain. “Islam mengajarkan jika kita mendapat kesenangan jangan terlalu
berlebihan, dan jika mendapat suatu masalah jangan berlarut-larut dalam
kesedihan, islam telah menjelaskan segala sesuatu sudah pada kemampuannya.
Seseorang yang mempunyai hubungan baik dengan keluarga,
sudah pasti mentalnya sehat. Karena keluarga adalah orang pertama yang kita
jumpai.
Ada sebuah konflik dalam lingkungan sekolah yang
pernah saya dengar, ada siswa saling mengejek antar suku, siswa A mengejek
siswa B, A mengatakan bahwa B mempunyai pergaulan yang kuno dan lebih jelek
penampilan fisiknya dari pada A, kemudian si B pun membalas perlakuan A. Jadi
keduannya dapat dikatakan tidak sehat, karena didalam dirinya terdapat rasa
sombong dan dendam, sedangkan jika dia mempunyai mental yang sehat dia tidak
akan mengejek dan menyombongkan dirinya dihadapan orang lain, sehingga orang
lain tersebut mempunyai rasa dendam.
“Dapat
disimpulkan bahwa normal itu diluar dari diri kita, yang berdampak pada orang
lain, sedangkan sehat terdapat didalam diri kita, yang mempunyai dampak untuk
diri kita dan orang lain. Jadi didalam
mental yang sehat terdapat jiwa yang tenang, dan terhindar dari penyakit hati
seperti iri, sombong, dengki, dan syirik. Sedangkan mental yang tidak sehat
selalu ada rasa gelisah didalam dirinya,, dan selalu berbuat yang tidak baik”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar