Minggu, 12 Oktober 2014

Kesehatan Mental

Antara Normal Tidak Normal dan Sehat Tidak Sehat

A.    Sekilas Tentang Normal dan Tidak Normal.
Untuk mengukur normal dan tidak normal seseorang ada batas-batas tengahnya, batas kenormalan dapat dilihat dari wajar dan tidak wajarnya suatu tindakan seseorang, ada ketidak normalan yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif
Seseorang yang normal cara berfikirnya rasional, sedangkan orang yang tidak normal cara berfikirnya tidak rasional, orang yang tidak normal akan melakukan segala sesuatunya, tanpa difikir akibatnya.
Berikut adalah contoh dari pebuatan normal yang terdapat disekeliling kita:
“ ada salah seorang tetangga atau teman kita sedang mendapat musibah salah satu anggota keluarganya meninggal, kita sebagai seorang yang dapat dikatakan normal, ikut merasakan apa yang ia rasakan, mengunjungi rumahnya, dan ikut mendoakannya”.
Dan ini adalah contoh dari perbuatan tidak normal bersifat negatif:
“sebuah kost yang didalamnya ada lima orang mahasiswi, satu diantara lima mahasiswi tersebut sangat malas, sedangkan empat mahasiswi lainnya rajin. Dapat dikatakan bahwa satu dari lima mahasiswi tersebut tidak normal bersifat negatif, karena ia tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Dan jika ia dikatakan normal apabila ia dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya yang berisi orang-orang yang rajin”.
“Contoh dari perbuatan tidak normal bersifat positif, tiga orang mahasiswa dalam tiga hari sekali selalu pergi untuk karoke, dan satu diantaranya tidak ikut karoke, satu dari tiga mahasiswa tersebut dikatakan tidak normal bersifat positif, karena ia tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya, dikatakan positif karena dalam tiga hari sekali pergi karoke, yang menimbulkan sifat boros”.



B.Sekilas Tentang Sehat dan Tidak Sehat
Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman, nyaman, dan damai. Seseorang yang dikatakan sehat apabila segala sesuatunya mempunyai sifat yang seimbang, serta terhindar dari penyakit hati seperti syirik, iri, dengki, sombong, dendam dan lain-lain. “Islam mengajarkan jika kita mendapat kesenangan jangan terlalu berlebihan, dan jika mendapat suatu masalah jangan berlarut-larut dalam kesedihan, islam telah menjelaskan segala sesuatu sudah pada kemampuannya.
Seseorang yang mempunyai hubungan baik dengan keluarga, sudah pasti mentalnya sehat. Karena keluarga adalah orang pertama yang kita jumpai.
Ada sebuah konflik dalam lingkungan sekolah yang pernah saya dengar, ada siswa saling mengejek antar suku, siswa A mengejek siswa B, A mengatakan bahwa B mempunyai pergaulan yang kuno dan lebih jelek penampilan fisiknya dari pada A, kemudian si B pun membalas perlakuan A. Jadi keduannya dapat dikatakan tidak sehat, karena didalam dirinya terdapat rasa sombong dan dendam, sedangkan jika dia mempunyai mental yang sehat dia tidak akan mengejek dan menyombongkan dirinya dihadapan orang lain, sehingga orang lain tersebut mempunyai rasa dendam.

“Dapat disimpulkan bahwa normal itu diluar dari diri kita, yang berdampak pada orang lain, sedangkan sehat terdapat didalam diri kita, yang mempunyai dampak untuk diri kita dan orang lain. Jadi  didalam mental yang sehat terdapat jiwa yang tenang, dan terhindar dari penyakit hati seperti iri, sombong, dengki, dan syirik. Sedangkan mental yang tidak sehat selalu ada rasa gelisah didalam dirinya,, dan selalu berbuat yang tidak baik”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar